PENUTUPAN PEMBENTUKAN DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA (DESTANA) KELURAHAN REJOMULYO



Kegiatan Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri yang telah dilaksanakan sejak tanggal 4 hingga 10 Juni 2026 resmi ditutup dengan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebagai bagian dari rangkaian penutupan kegiatan, dilaksanakan aksi penanaman pohon di lingkungan Kantor Kelurahan Rejomulyo dan Lapangan Rejomulyo. Kegiatan ini melibatkan peserta DESTANA, perangkat kelurahan, relawan, serta perwakilan masyarakat. Penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi risiko bencana, serta menciptakan kawasan yang lebih hijau dan nyaman bagi masyarakat.
Selain kegiatan penghijauan, peserta juga mengikuti praktik simulasi kebencanaan yang dilaksanakan di kawasan wisata Sumber Jiput. Simulasi ini bertujuan untuk menguji pemahaman dan keterampilan peserta yang telah diperoleh selama pelatihan DESTANA. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempraktikkan prosedur kesiapsiagaan, evakuasi korban, koordinasi antar unsur penanggulangan bencana, serta langkah-langkah penanganan darurat saat terjadi bencana.
Melalui kegiatan praktik lapangan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi situasi darurat sehingga dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi bencana di wilayah Kelurahan Rejomulyo.
Dengan berakhirnya kegiatan Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2026, diharapkan Kelurahan Rejomulyo semakin siap, tangguh, dan mandiri dalam upaya pengurangan risiko bencana. Semangat gotong royong, kepedulian lingkungan, serta kesiapsiagaan masyarakat yang telah dibangun selama kegiatan ini diharapkan dapat terus dipelihara dan dikembangkan demi mewujudkan Kelurahan Rejomulyo yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.





Selain kegiatan penghijauan, peserta juga mengikuti praktik simulasi kebencanaan yang dilaksanakan di kawasan wisata Sumber Jiput. Simulasi ini bertujuan untuk menguji pemahaman dan keterampilan peserta yang telah diperoleh selama pelatihan DESTANA. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempraktikkan prosedur kesiapsiagaan, evakuasi korban, koordinasi antar unsur penanggulangan bencana, serta langkah-langkah penanganan darurat saat terjadi bencana.
Melalui kegiatan praktik lapangan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi situasi darurat sehingga dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi bencana di wilayah Kelurahan Rejomulyo.




Dengan berakhirnya kegiatan Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2026, diharapkan Kelurahan Rejomulyo semakin siap, tangguh, dan mandiri dalam upaya pengurangan risiko bencana. Semangat gotong royong, kepedulian lingkungan, serta kesiapsiagaan masyarakat yang telah dibangun selama kegiatan ini diharapkan dapat terus dipelihara dan dikembangkan demi mewujudkan Kelurahan Rejomulyo yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.